Metode Pengobatan Kanker Lambung Kini Menggunakan Gastrektomi

Yah kesehastan adalah harta yang tak ternilai, bahkan banyak mereka yang menghabiskan uangnya demi kesehatan dan hidup yang baik. Namun apa jadi jika banyak mereka yang mengalami gangguan pada tubuh serta organ tubuh bagian dalam. Pastinya perlu penanganan yang tepat dan benar.

Banyaknya jenis penyakit berbahaya membuat sejumlah orang berwaspada dan was-was akan hal ini. Kanker jenis penyakit yang sangat mematikan, bahkan hanya sedikit dari mereka yang dapat bebas dari penyakit ganas ini.

Seperti halnya Kanker lambung, adalah jenis kanker yang menggerogoti lambung yaitu organ pencernaan berbentuk kantong di tengah rongga perut manusia. Penyakit ini dapat diidap oleh orang-orang pada segala usia, meski sebagian besar penderitanya berusia 55 tahun ke atas.

Penyebab Kanker Lambung

kanker lambung

Penyebab kanker lambung masih belum dapat diketahui secara pasti. Namun secara umum, kanker terjadi ketika sel-sel pada bagian tertentu di lambung berkembang secara tidak terkendali.

Akibat pertumbuhan berlebihan tersebut, sel-sel yang tadinya memiliki sifat normal untuk membantu tubuh berfungsi dengan baik, justru menjadi terakumulasi menjadi tumor yang bersifat merusak dan dapat menjalar ke bagian-bagian tubuh lainnya. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker lambung adalah:

  1. Merokok. Zat-zat berbahaya yang terdapat di dalam rokok dapat merusak dinding lambung. Karena itu seorang perokok akan memiliki risiko dua kali lipat terkena kanker lambung dibandingkan mereka yang tidak merokok.
  2. Makanan. Terlalu banyak mengonsumsi daging asap, garam, ikan asin, acar, serta makanan yang mengandung aflatoksin. Kondisi ini diperburuk dengan kurangnya mengonsumsi buah-buahan dan sayuran.
  3. Berusia 55 tahun ke atas dan berjenis kelamin laki-laki.
  4. Infeksi bakteri pylori. Bakteri ini merupakan penyebab penyakit lambung seperti gangguan pencernaan, tukak lambung, dan radang pada lapisan lambung.
  5. Menderita infeksi lambung dalam waktu lama.
  6. Menderita anemia pernisiosa. Kondisi ini terjadi ketika seseorang kekurangan vitamin B12.
  7. Menderita kondisi yang menyebabkan munculnya polip di dalam lambung.
  8. Memiliki kerabat dekat berpenyakit kanker lambung.
    Pernah menjalani operasi pada lambung.
  9. Menderita jenis kanker lainnya. Penderita kanker limfoma atau kanker sel darah putih, kanker kerongkongan atau kanker esofagus, kanker usus, kanker prostat, kanker serviks, dan kanker paru-paru memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker lambung.

Nah adapun cara untuk mengatasi masalah ini yakni, dengan cara Gastrektomi. Apa itu? Pasti kamu bingungkan maka dari itu yuk kita simak artikel yang ada dibawah ini,

Apa itu Gastrektomi?

histerektomi-mediskus

Gastrektomi adalah pengangkatan seluruh atau setengah bagian lambung untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk obesitas, kanker kerongkongan dan kanker lambung. Prosedur ini juga dikenal dengan istilah reseksi lambung. Tergantung pada bagian lambung yang diangkat.

Namun mengapa harus melakukan hal ini? Yah karena Gastrektomi yang paling sering dilakukan untuk mengobati kanker perut. Sekarang ini adalah satu-satunya cara untuk menyembuhkan penyakit ini. Aplikasi Kemoterapi dan pencahayaan setelah operasi mengurangi risiko kekambuhan. Bahkan jika kanker sudah dikembangkan, gastrektomi bantuan mencegah pendarahan, obstruksi dan nyeri.

Perlu juga nih guys untuk kamu ketahui bahwa gastrektomi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis:

  • Gastrektomi lengan, jika hanya bagian kiri lambung yang diangkat.
  • Gastrektomi parsial, jika hanya sebagian lambung, termasuk area di dekat duodenum yang diangkat.
  • Esofagogastrektomi, jika kerongkongan dan bagian atas lambung diangkat.

Adapun dibawah ini proses kerja Gastrektomi

Reseksi lambung dapat dilakukan dengan dua metode: terbuka dan laparoskopi.

Bedah terbuka akan lebih ideal apabila seluruh bagian atau banyak bagian lambung yang perlu diangkat. Metode ini dilakukan dengan membuat sayatan besar pada perut untuk mengakses lambung. Sayatan akan ditahan dengan clamp. Dengan alat bedah, dokter bedah akan mulai mengangkat lambung. Setelah itu, prosedur rekonstruktif akan dilakukan. Setelah lambung diangkat, ujung duodenum akan menjadi terbuka.

Saat rekonstruksi, dokter bedah akan menutup ujung duodenum. Sedangkan bagian usus yang di samping ujung duodenum akan dipotong dan diluruskan untuk dihubungkan ke kerongkongan. Lalu, ujung duodenum dihubungkan dengan usus kecil. Sehingga, empedu dapat tetap mengalir ke duodenum.

Bedah laparoskopi adalah prosedur minim invasif yang membutuhkan 3-4 sayatan kecil di perut. Salah satu sayatan digunakan untuk memasukkan laparoskop, sedangkan lainnya untuk memasukkan alat bedah mikro. Metode ini sebaiknya digunakan pada gastrektomi parsial. Metode apapun yang digunakan, pasien akan diberi bius total dan disarankan untuk menginap di rumah sakit setidaknya selama 1 minggu supaya kondisinya dapat diawasi.

Dokter membuat sayatan di dalam rongga perut. Selanjutnya ia akan menggunakan instrumen bedah untuk menghapus semua atau bagian dari perut. Jika hanya sebagian dari perut dihapus, itu disebut gastrektomi parsial. Dengan jenis operasi, dokter akan menghubungkan bagian yang tersisa dari lambung ke kerongkongan dan usus kecil.

usus

Jika operasi dilakukan untuk pengobatan ulkus peptikum, urat, bertanggung jawab untuk produksi asam juga dapat dihapus. Jika seluruh perut dihapus, Operasi ini disebut Total gastrektomi. Dokter akan mencoba untuk membuat baru “perut” melalui jaringan usus. Pada akhir kerongkongan akan melekat pada usus kecil.

Pada kanker lambung, dokter mungkin juga menghapus kelenjar getah bening, karena kanker dapat menyebar melalui sistem limfatik. Setelah menjalankan operasi dokter segera menjahit otot dan kulit perut. Mungkin bagi kamu yang takut akan meja bedah selalu bertanya-tanya apakah operasi seperti ini dapat membantu. Dan apakah ada efek samping dari operasi ini?

Kemungkinan Komplikasi Dan Resiko Gastrektomi

lam

Komplikasi umum dari gastrektomi adalah stomach dumping. Kondisi ini dapat terjadi dalam 5 jam setelah pembedahan. Pada periode ini, tubuh akan bereaksi negatif terhadap perpindahan makanan dari kerongkongan ke usus yang sangat cepat. Beberapa gejala yang umum dirasakan adalah mual, muntah, diare dan nyeri perut. Kemungkinan komplikasi dan resiko yang akan terjadi yakni,

  • Penurunan berat badan yang tidak diharapkan.
  • Batu empedu akibat berat badan yang berkurang drastis.
  • Kebocoran usus.
  • Infeksi dan timbulnya abses.
  • Pendarahan dan munculnya gumpalan darah.

Dan demikianlah artikel pada hari ini semoga bermanfaat bagi kamu dan selamat membaca.