Ribet Ya, Ini Dia Yang Buat Pasangan Dan Kamunya Sering Bertengkar

Tidak ada hubungan yang berjalan mulus. Setiap pasangan kekasih pasti memiliki perselisihan entah karena masalah keungan, keluarga, salah paham atau kurangnya perhatian. Masalah yang ada seringkali membuat Anda dan kekasih anda sering bertengkar. Di lubuk hati terdalam mungkin Anda lelah menjalani hubungan yang penuh dengan pertengkaran, namun di sisi lain Anda sangat menyanyangi kekasih anda.

Masalah yang paling umum dalam hubungan, yang sering membuat pasangan sering bertengkar mulai dari pengelolaan uang sampai seks. Isu-isu ini sebenarnya tampak relatif sepele, apalagi jika dibandingkan dengan perselingkuhan atau perbedaan prinsip. Tapi Sussman menjelaskan bahwa pertengkaran tersebut sebenarnya tidak akan menjadi besar jika komunikasi di antara pasangan berjalan baik.

Jika Anda adalah orang yang memiliki kemampuan komunikasi yang sangat buruk, itu mungkin berarti bahwa saat pasangan Anda melakukan sesuatu, Anda bisa menjadi sangat defensif. Yang berarti bahwa tidak peduli apa yang Anda ucapkan, itu bisa meningkat menjadi pertarungan yang sangat hebat.

Namun, jika Anda dapat berkomunikasi dengan baik, Anda bisa melewati masalah ini dengan cara yang benar-benar bisa membuat Anda semakin dekat dengan pasangan Anda. Tapi, jika Anda tidak bisa berkomunikasi dengan baik, itu akan membuatnya menjadi lebih buruk, bahkan benar-benar membuat Anda dan pasangan semakin jauh.

Berikut beberapa masalah umum yang sering membuat pasangan bertengkar menurut Sussman, dilansir dari Independent:

1. Komitmen

Komitmen sering kali membuat pasangan kekasih ribut, terkadang perbedaan tentang kesukaan dan pendirian yang buat sepasang kekasih merasa tidak cocok, dan malah membuat mereka sama-sama tidak nyaman dalam menjalin hubungannya. Ada baiknya untuk mengatasi masalah yang satu ini, Anda dan pasangan anda sama-sama membicarakannya dengan suasana yang lebih tenang dan tidak dalam keadaan marah atau emosi. Dan mengalah adalah salah satu cara ampuh untuk meredakan masalah ini.

2. Tugas

Bagi yang sudag berumah tangga, mungkin masalah ini kerap menjadi pergolakan dalam masalah rumah tangga anda. Tugas rumah tangga umumnya dibebankan kepada seorang istri, namun ada kalanya seorang istri merasa jenuh dan lelah untk mengerjakan tugas-tugas tersebut. Berharap pasangan dapat mengerti dan membantu dirinya, namun tidaak ada respon yang diberikan oleh sang suami. Hal inilah yang memulai pertengkaran terjadi. Tugas rumah tangga adalah faktor terpenting ketiga dalam pernikahan yang sukses. (Dua yang pertama adalah kesetiaan dan hubungan seksual yang bahagia).

3. Media sosial

Sussman mengatakan bahwa dia melihat lonjakan jumlah keluhan tentang kebiasaan media sosial pasangan dalam lima tahun terakhir. Biasanya, pasangan dengan masalah seperti ini kebanyakan pasangan yang berusia dua puluh hingga tiga puluhan. Ada pun masalah yang timbul karena media sosial yaitu waktu yang membuat mereka lebih fokus pada medsos, sehingga kurangnya waktu untuk pasangan mereka.

Dan salah satunya mungkin keluhan, misalnya, bahwa kehidupan mereka terlalu diekspos di media sosial karena pasangannya atau mereka menganggap pasangan mereka kecanduan telepon genggam mereka. Apalagi kata Sussman, melalui media sosial mereka bisa dengan mudah mengakses informasi tentang mantan kekasih mereka.

4. Keuangan

Sangat normal dalam pasangan pasti ada salah satu pasangan yang pemboros dan satunya lagi orang yang irit. Terlebih lagi jika gaji dari pasangan yang bekerja terbatas, atau cukup untuk keseharian. Masalahnya adalah pasangan sering berpikir bahwa dia adalah yang paling benar. Misalnya Penabung mungkin menuduh pemboros bersikap tidak bertanggung jawab secara finansial, sedangkan pemboros mungkin menuduh penghemat itu pelit.

Don Cloud, presiden dan pendiri Cloud Financial Inc, sebelumnya mengatakan kepada Business Insider bahwa ia sering mendapatkan klien dengan pasangan seperti ini. Langkah pertama, katanya, adalah agar masing-masing pasangan bisa berbagi keyakinan dan perasaan mereka tentang uang.

Namun Sussman mengatakan bahwa isu-isu juga cenderung muncul saat pasangan menikah adalah menghadapi keputusan apakah akan menggabungkan keuangan atau tidak. Ini memang pilihan yang sangat sulit. Jika mereka ragu, mungkin ini menunjukkan bahwa ada sedikit masalah kepercayaan?

Atau perkelahian tentang uang mungkin akan muncul di kemudian hari dalam sebuah hubungan. Mungkin pada awalnya saat mulai menikah kedua pasangan bekerja, tapi begitu mereka memiliki anak, salah satu pasangan harus tinggal di rumah. Pasangan yang bekerja mungkin menjadi ‘besar kepala’ atau bahkan terlibat dalam pemerasan finansial, kata Sussman.

5. Kehidupan pribadi dan profesional yang tidak seimbang

Pernahkan kamu bertemu dengan orang yang punya sifat Workaholic? Yaa, atau sering juga disebut orang yang lebih memprioritaskan pekerjaan dibandingkan hubungan. Wahh, ribet ya kalau sampai punya pasangan yang kayak gini! Bisa-bisa kita hidup kaya ama robot, yang taunya cuma kerja dan jarang meratiin hubungannya. Kalau kayak gini sih pasti bawaannya mau ribut aja kan?

Hal ini bisa dibilang sama parahnya kayak orang yang lagi selingkuh. Iya, diselingkuhin sama pekerjaan, karena waktunya habis buat pekerjaan doang. Buat kamu yang punya pasangan kayak gini, banyakin sabar ya, dan bicaraiin sama pasangan kamu dengan cara yang baik-baik, agar masalahnya bisa diselesaikan.

Saling menyalahkan tidak akan membuat masalah jadi selesai, hal itu malah akan buat masalah semakin memanas. Daripada terus emosi, sebaiknya tenangkan diri dan sama-sama mencari akar permasalahan. Dengan mencari akar dari permasalahan akan mempermudah Anda untuk menyelesaikan masalah. Jadi, mari intropeksi diri terlebih dahulu sebelum anda menyalahkan pasangan anda atas pertengkarang yang terjadi diantara hubungan anda.