Kasus Pelecehan Yang Terjadi Akhir Ini, Dari Kemaluan Digembok Ipar Sampai Oknu Perawat

Memasuki tahun 2018 ini, semakin banyak dikabarkan tidak kasus pelecehan yang terjadi. Dan parahnya, kasus tersebut terjadi di khalayak umum. Pelaku sudah mulai terang-terangan melakukan aksinya dan tidak takut lagi akan tempat ramai. Mereka akan melakukan hal tersebut jika ada sedikit saja kesempatan untuk melakukannya.

Dari berbagai tindakan tersebut, apa sih sebenarnya yang membuat mereka tega dan berani melakukan hal buruk tersebut? Apakah karena moral si pelaku yang kurang atau karena sudah tidak ada lagi rasa hormat dan kasih kepada sesama manusia? Hal ini sungguh sangat memalukan.

Selain merugikan si korban, tentu saja hal tersebut akan membuat rasa trauma dan psikolog mereka terganggu. Korban akan merasa tidak percaya diri lagi untuk berada di depan publik. Berikut ada beberapa kejadian pelecehan seksual yang terjadi baru-baru ini dan itupun terjadi ditempat umum dan tempat yang seharusnya nyaman bagi sikorban. Berikut rentetan peristiwanya;

Seorang Pria Pasang Gembok Dikemaulan Kakak Iparnya

Pada tanggal 19/1/2018, Papua Nugini dihebohkan dengan berita pelecehan yang dilakukan adik iparnya sendiri di kediaman wanita tersebut. Sebelum mendapat kabar tersebut, Polisi di daerah Lea mendapat sebuah telepon dari seorang wanita yang melaporkan jika dirinya mendapatkan tindak Pelecehan seksual.

Ketika petugas mendatangi rumahnya, benar saja, mereka mendapati seorang pria yang memasang gembok di bagian kemaluan pelapor atau iparnya. Polisi mengetahui bahwa pria tersebut telah pindah ke rumah iparnya sejak Desember 2017. Pria tersebut pindah atas persetujuan dari suami korban yang memberikan kepercayaan kepada adiknya untuk menjada istri dan anak-anaknya.

Dari sejak pria itu berada dirumah si korban, ia sudah mulai mencoba melakukan pelecehan kepada wanita tersebut. “Ketika pria itu pindah, dia mulai memperkosa korban,” jelas Superintendent Anthony Wagambie Jr dari Kepolisian Lae, Papua Nugini, seperti dikutip dari Australia Plus, Jumat (19/1/2018). “Pria tersebut juga menyimpan dan menggenggam kunci gembok itu,” tambahnya. Hal itu ia lakukan untuk menggembok kemaluan dari iparnya kerena sudah melaporkannya kepihak berwajib.

Atas peristiwa tersebut, korban mengalami kesakitan di pangkal paha karena penggembokan itu. Namun, dia mengatakan kepada polisi bahwa dia sebelumnya ketakutan karena telah melaporkan apa yang dialaminya. “Dia tidak melapor karena takut,” ungkap Wagambie. “Pelakunya sudah mengancam akan membunuhnya menggunakan pisau dan senjata buatan sendiri, mengancam akan membunuh korban dan anak-anaknya. Dia masih ketakutan sekarang,” ucapnya melanjutkan.

Hal itulah yang membuat wanita tersebut lama tidak melaporkan tindakan adik iparnya tersebut kepihak berwajib. Terlebih lagi karena sang suami yang bekerja jauh dari tempat tinggalnya yang berjarang sekitar 300 KM dari tempat tinggalnya di Lea.

Wagambie mengatakan, jika perempuan tersebut sekarang sudah menerima perawatan kesehatan dan juga konseling psikologi. “Ini menyedihkan, karena kata petugas kesehatan mereka kerap menangani berbagai kasus kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga yang sebagian besar korbannya adalah perempuan,” pungkas Wagambie.

Terlebih lagi pelakunya adalah orang terdekat, dimana seharusnya mereka merasa aman dan terlindungi. Namun lain halnya yang di dapat, mereka justru mengalami tindak kekerasan dan juga pelecehan. Sungguh sangat disayangkan.

Wanita Alami Pelecehan di Pesawat Saat Tidur

Pihak Kepolisian, Amerika Serikat telah menahan seorang pria India setelah menerima laporan dari seorang wanita yang mengaku menerima pelecehan seksual dari pria tersebut.

Wanita tersebut mengaku mengalami pelecehan seksual saat sedang tidur dalam sebuah penerbangan maskapai AS, Spirit Airlines. Dikutip dari BBC, pada Sabtu (6/1/2018), pesawat tersebut melakukan penerbangan dari Las Vegas menuju Detroit dalam waktu semalam. Burung besi itu tiba di tempat tujuan pada Rabu, 3 Januari 2018.

Wanita itu mengatakan, jika dirinya terbangun dan menemukan kancing baju dan celananya terbuka, di mana tangan pria tersebut berada di dalam celananya. Namun, pria bernama Prabhu Ramamoorthy itu membantah tuduhan pelecehan seksual yang diduga ia lakukan. Ia mengatakan kepada polisi bahwa dirinya tertidur setelah minum pil.

Kala itu, pria berusia 34 tahun tersebut duduk di kursi tengah, diapit oleh istri pelaku dan terduga korban yang duduk di sebelah jendela. Ramamoorthy merupakan seorang warga India yang tinggal di AS dengan menggunakan visa sementara.

Namun atas tuduhan yang dilemparkan oleh wanita tersebut, sang Istri Ramamoorthy menyangkal tuduhannya itu. Ia mengaku, wanita itu telah tidur di atas lutut suaminya. Ia juga mengatakan, dirinya dan suaminya telah meminta awak kabin untuk memindahkan duduk wanita itu.

Namun, awak kabin mengatakan kepada penyelidik bahwa hanya terduga korban saja yang meminta agar duduknya dipindahkan. Mereka juga mengatakan jika wanita itu menangis ketika mendatangi awak kabin dengan kondisi kancing baju dan celana yang terbuka. Mereka kemudian memindahkan wanita itu di kursi belakang pesawat.

Atas kejadian itu, Ramamoorthy kemudian ditahan tanpa jaminan setelah hadir dalam pengadilan federal di Michigan pada 4 Januari, di mana jaksa berpendapat ada risiko bahwa ia dapat melarikan diri. Kepada Washington Post, jaksa mengatakan bahwa Ramamoorthy telah didakwa melakukan pelecehan seksual.

Pelecehan Seksual Seorang Perawat Kepada Pasiennya

Selanjutnya kasus pelecehan yang terjadi dari seorang Pasien di Rumah Sakit. Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum perawat pria Rumah Sakit National Hospital Surabaya mampu menyedot perhatian terbanyak publik baru-baru ini. Meski pelaku telah diringkus polisi, hingga kini korban masih mengalami gangguan psikis. Dan kejadian tersebut dialami oleh istri Yudi Wibowo Sukinto yang merupakan mantan pengacara Jesika Kumalawongso tersebut juga terjadi di berbagai negara. Di antaranya terjadi di Colorado dan Kansas City.

Kasus pelecehan seksual yang dilakukan perawat RS National Hospital Surabaya terhadap seorang pasien sontak mengundang sorotan publik. Dan tentu saja kejadian itu menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, korban menangis histeris. Rupanya saat dibius sebelum menjalani operasi, antara sadar dan tidak, korban merasa bagian intimnya diraba-raba oleh perawat tersebut.

Menurut kejadian dari yang dialami pasien dari Vidio tersebut, jika Pewarat itu sedang meraba dan memeras payudaranya 2 sampai 3 kali serta memainkan puting dari payudara wanita tersebut saat dalam keadaan setengah sadar atau efek bius sebelum menjalankan operasi.

Dari kejadian tersebut, istri dari Yudi Wibowo tersebut mengalami ganguan psikis dan stres berat. “Istri saya stres berat. Sampai sekarang kalau diajak bicara masih belum bisa konsentrasi,” kata suami korban, Yudi Wibowo Sukinto, seperti dikutip dari Antara, Jumat (26/1/2018).

Atas perbuatan yang telah dilakukan perawat tersebut, kini ia telah ditanggap oleh pihak berwajib dan akan diberi sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku. Selain itu, pria tersebut juga sudah dipecat dari daftar organisasi keperawatan dan dikeluarkan dari pihak rumah sakit.

Mahasiswa Dicabuli Dengan Modus Pinjam Laptop

Yang satu ini datang dari kasus seorang mahasiswa di kota Kupang yang dicabuli oleh seorang pria bernama Arifon Ndolu alias Arif (26) di kamar kosnya di Kelurahan Fatutuli, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Senin, 15 Januari 2018, sekitar pukul 19.30 setempat.

Kejadian itu berawal saat si pemuda datang ke kamar kos temannya yang bersebelahan dengan kamar kos korban. Tak berapa lama, si pemuda kemudian masuk ke kamar kos SB dengan berpura-pura meminjam telepon seluler (ponsel) dan laptop milik korban.

Saat itu, korban sedang santai duduk di atas tempat tidurnya. Si pria yang telah dikuasai berahi, tiba-tiba langsung mendorong tubuh korban dan memegang payudara korban. Ia juga mencium paksa dan menggigit bibir korban hingga berdarah.

Korban sontak berteriak. Dan teriakannya mengundang perhatian warga yang kemudian berusaha menangkap pria cabul tersebut. Namun, pria itu keburu melarikan diri.

Usai kejadian, korban mendatangi SPKT Polsek Oebobo melaporkan pencabulan yang dialaminya pada Selasa, 16 Januari 2018. Berbekal informasi itu, polisi menangkap si pencabul pada Sabtu, 20 Januari 2018, sekitar pukul 22.00 Wita, di kediamannya di Kelurahan Maulafa, Kota Kupang.

“Saat ini tersangka Arif telah ditahan guna menjalani pemeriksaan penyidikan lanjutan,” ujar Kapolsek Oebobo, AKP Yulianus Mau, Kamis, 24 Januari 2018. Salah satu pihak berwajib, Yulianus mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan korban mengaku tidak mengenal tersangka.

“Katanya pelaku datang ke temannya yang bersebelahan kamar dengannya. Korban tidak curiga dan membuka pintu karena pelaku beralasan pinjam laptop,” kata Yulianus. Karena mendapat perlawanan dari korban, pemuda pengangguran itu melarikan diri. Korban pun melaporkan kejadian itu ke polisi.

“Akhirnya pelaku berhasil kami tangkap,” imbuh Yulius. Tersangka dijerat dengan Pasal 289 KUHP terkait perbuatan cabul disertai dengan kekerasan seksual terhadap perempuan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Ditengah jalan, Wanita Berhijab Depok Dilecehkan

Aksi pelecehan seksual di jalan terjadi di kawasan Beji, Depok, Jawa Barat. Seorang perempuan dilecehkan dengan bagian payudaranya dipegang oleh orang pria tak dikenal saat tengah berjalan sendiri. Aksi tersebut terekam oleh kamera CCTV warga dan menjadi viral di media sosial. Belakangan diketahui, peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Kuningan Datuk, Beji, Depok pada Kamis, 11 Januari 2018 siang.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat seorang wanita berhijab tengah berjalan kaki sendirian. Tiba-tiba dari arah belakang muncul pengendara sepeda motor dan langsung memepet sambil memegang payudara korban. Pelaku yang mengenakan helm itu langsung tancap gas setelah berhasil melancarkan aksi bejatnya itu. Situasi di jalanan lokasi kejadian saat itu cukup sepi. Sehingga pelaku nekad dan brhasil melakukan tindakan tidak sesono tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya juga telah menerima laporan dari korban. Dan saat ini polisi tengah melakukan pengejaran dan penyelidikan terhadap pelaku.

Bagaimana, cukup tragis bukan? Tempat dimana seharusnya hal tersebut tidak terjadi, malah menjadi sarang pelecehan dilakukan. Solusi apa kira-kira yang pantas untuk memberikan efek jera kepada seluruh pelaku ini? Apakah negara harus menetapkan hukuman keras dan tegas agar bisa mengurangi masalah ini?

Kami pikir, itu semua bisa diatasi atas niat dan kesadaran diri sendiri. Jika diri kita tidak ada sifat kasih dan menghargai sesama manusia. Hukuman seberat apapun tidak akan mengubah sifat manusia yang tidak mau peduli akan sesama. Dan mendekatkan diri kepada Tuhan YME dan rajin beribadah pun mampu menyadarkan manusia akan buruknya tindakan tersebut.

Semoga hal tersebut menjadi pelajaran bagi kita semua dan bagi wanita atau siapapun yang mendapatkan perlakuan ini, jangan pernah takut untuk memberikan perlawanan dan melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib.