Inilah Tradisi Mengerikan Bagi Para Wanita, Sudah Bersyukurkah Anda?

Anda pasti sering mendengar tentang tradisi suatu daerah yang membuat kita sangat tertarik jika mendengar dan melihatnya. Namun bagaimana jika kita mendengar tradisi yang mengerikan dan itupun dilakukan oleh para wanita disuatu tempat atau daerah. Jika anda penasaran untuk mengetahuinya, simak ulasannya dibawah ini. Berikut Tradisi mengerikan yang dilakukan para Wanita disuatu daerahnya.

1. Tradisi Membakar Payudara

Sebagian warga negara Kamerun masih kuat dalam mempertahankan budaya tradisionalnya. Mereka meyakini bahwa payudara menonjol akan membawa keburukan bagi para wanita di negaranya, karena akan menimbulkan birahi bagi para pria serta menyebabkan banyaknya kasus pelecehan terhadap wanita.

Setiap perempuan muda menjelang dewasa diwajibkan untuk menjalani ritual pembakaran payudara. Biasanya batu atau bambu dipanaskan lalu ditempelkan pada bagian payudara beberapa kali. Tujuannya tradisi ini dipercaya dapat mencegah pemerkosaan. Berdasarkan hal tersebutlah, para gadis yang beranjak dewasa harus rela mengalami kepedihan yang teramat ketika dada mereka disetrika.

Para gadis berusia remaja harus disetrika dadanya menggunakan batu, palu, spatula logam atau kayu yang sudah dipanaskan. Kebanyakan dari Kita jika tersenggol setrika panas aja, pasti rasanya sangat sakit, lalu bagaimana jika dada yang disetrika? Waaww pasti gak akan terbayang gimana rasa sakitnya. Setelah itu, para gadis itu diharuskan memakai korset untuk menyamarkan bentuk dada.

Tradisi menyakitkan ini dipercaya dapat menghindarkan sang gadis dari pelecehan seksual atau kehamilan di luar nikah yang dapat memalukan seluruh keluarga. Trus gimana ya kalau tradisi itu dilakukan di Indonesia, biar seks bebas itu berkurang. Dan kasus kehamilan diluar nikah itu bisa dihindarkan.

2. Tradisi Sunat

Bagi kaum pria, sunat memang sudah dinyatakan sebagai hal yang menyehatkan, tapi dunia medis justru menyatakan sebaliknya jika dilakukan bagi kaum wanita. Sunat yang berarti menghilangkan sebagian daerah klitoris justru dianggap bisa memicu kematian karena infeksi.

Dalam khitan wanita ala suku Sabiny di negara Uganda nun jauh disana, ada pun tujuan dilakukannya tradisi ini yaitu untuk membuat hasrat seksual pada wanita berkurang dan akan tetap setia pada pasangannya.

Dilakukannya tradisi ini ketika wanita sudah dewasa, itulah yang membuat tradisi ini semakin seram? Sang wanita harus bisa menahan sakit yang luar biasa. Mereka percaya, jika wanita yang dikhitan ini berhasil melalui rasa sakit yang nggak bisa dibayangin itu, maka dia akan sanggup menahan rasa sakit saat melahirkan anak-anaknya dan dapat melalui berbagai cobaan hidup dengan tegar.

3. Tradisi Penculikan

Semua Negara pastinya memandang penculikan sebagai sebuah kejahatan bukan? Namun lain halnya bagi kaum Gipsi di Eropa. Penculikan di daerah ini justru menjadi bagian tradisi. Tradisi ini pastinya mengerikan bagi kaum wanita, pasalnya setiap pria bebas menculik wanita yang dia sukai dan kalau dia berhasil menyembunyikannya selama 3 sampai 5 hari maka dia dianggap punya hak untuk menikahinya. Cukup unik dan mengerikan bukan?

4. Tradisi Penganiayaan

Ini mungkin menjadi tradisi yang paling mengerikan di Brasil, apalagi dalam prakteknya tidak jarang wanita yang menjalaninya justru kehilangan nyawanya. Pada prakteknya, wanita yang akan menikah harus menjalani sebuah tes yang berat. Yaitu dimana saat beberapa hari sebelum menikah mereka akan diseret ke tengah jalan dan harus dipukuli, kadang pula wanita tersebut ditelanjangi bahkan diteriaki maling dan mirisnya siapa saja boleh memukulnya tanpa harus berurusan dengan polisi. Di beberapa sudut kota Brasil tradisi ini konon masih terus dilakukan sampai sekarang.

5. Tradisi Diasingkan Dan Duduk Telanjang Didalam Air

Tradisi yang satu ini bisa dibilang hampir sama atau merupakan perpaduan dari tradisi suku Nootka dan suku Algonquin. Para gadis yang sedang ranum menuju dewasa akan diasingkan di tempat terpencil selama tiga bulan, dengan tubuh dibaluri sejenis tepung putih yang menandakan pemisahan fisik dan rohani dari masyarakat dimana mereka tinggal.

Setelah diasingkan selama tiga bulan, ritual belum selesai. Gadis-gadis itu masih harus menjalani satu ritual yang sama sekali tidak pernah kamu sangka dan menyenangkan. Yaitu harus duduk telanjang di dalam air sungai atau danau selama beberapa waktu. Sang gadis diperbolehkan keluar dari air ketika salah satu wanita yang dituakan dalam suku memperbolehkannya keluar.

6. Tradisi Lomba Lari Dengan Pakaian Tradisional Saat Haid

Ritual cukup menyiksa bagi wanita suku Navajo, Indian ialah lomba lari dengan pakaian tradisional dari kulit rusa yang sangat berat selama empat hari berturut-turut dalam keadaan haid. Kebayangkan gimana rasanya perutnya, gak lari aja sakitnya bukan main apalagi lari?

Sang gadis harus bangun saat matahari terbit dan berlari menuju arah datangnya matahari terbit. Saat setelah berakhirnya lomba lari itu, sang gadis harus duduk selonjor sepanjang malam. Dan keesokan harinya, dia diharuskan membuat kue dari tepung jagung yang sangat besar untuk diberikan ke seluruh anggota suku. Setelah lelah, bukannya istirahat, malah disuruh buat kue, kejam yaa!

7. Tradisi Digigit Semut Beracun di Suriname

Wanita suku Amazon masih terbilang beruntung, sebab yang harus merasakan sakitnya digigit semut mematikan ialah kaum pria. Berbeda halnya dengan suku Carib di Suriname, dimana para gadislah yang harus melewati siksaan yang luar biasa saat memasuk masa dewasa. Awalnya, tangan mereka dipaksa memegang gumpalan kapas yang terbakar sampai tangan itu melepuh. Udah kaya gitu masih ditambah lagi, mereka harus memakai kain penutup yang pada bagian dalamnya dipenuhi oleh semut beracun. Waduhh, gimana ya nasib mereka setelah melakukan hal ini?

8. Tradisi Berendam Dilaut Saat Haid

Lagi-lagi ritual ini berlaku untuk para gadis yang akan beranjak dewasa. Gadis yang mendapatkan Mernarche (sebutan haid pertama bagi suku Nootka) diharuskan berendam di laut dalam keadaan telanjang dan itupun dalam keadaan haid selama beberapa hari. Kebayang gak gimana rasa dingin dan perihnya perut saat itu?

Saat ujian super tega ini berakhir, biasanya mereka sudah tidak kuat lagi untuk berdiri dan pada saat itu anggota suku Nootka yang lain justru akan bersorak gembira. Sebab, si gadis sudah dianggap berhasil melewati tantangan dan siap menyongsong masa depan sebagai wanita dewasa. Orang sengsara kok malah digembiraiin ya?

9. Tradisi Penyayatan Perut

Para wanita etnis Tiv harus rela melakukan penyayatan perut untuk membuktikan diri sebagai wanita sejati. Ternyata begitu pentingnya Pengakuan diri sebegitu ya? Gadis dalam etnis Tiv yang tinggal di Nigeria diharuskan melalui ritual yang sangat menyakitkan saat menuju kedewasaan. Pada saat mendapatkan haid, gadis suku Tiv diwajibkan menjalani ritual penyayatan perut yang sangat mengerikan agar bisa disebut wanita sejati.

Kalau dipikir pakai nalar modern ya, apa pentingnya sih pengakuan akan kedewasaan dari orang lain? Toh dewasa itu berimbasnya pada hidup individu masing-masing. Nah, gadis yang melalui ritual ini jelas akan merasa sangat kesakitan karena dalam prosesnya sama sekali tidak dilakukan pembiusan atau penanganan secara medis. Selain pertanda kedewasaan, ritual ini juga dipercaya meningkatkan kesuburan.

10. Tradisi Menangis

Tradisi yang satu ini mungkin tidak terkesan mengerikan seperti yang anda bayangkan, tapi menangis selama sebulan penuh pastinya cukup menyiksa. Masyarakat Tujia yang berada di Provinsi Sichuan, Tiongkok diwajibkan untuk menangis sebulan penuh sebelum hari pernikahannya tiba. Kalau tidak maka dia akan dipandang sebagai wanita rendahan.

Bagaimana para wanita, sudah bersyukurkah anda akan hidup yang anda jalani saat ini? Bagaimana perasaan anda ketika membaca seluruh artikel mengenai tradisi yang harus dirasakan para wanita di luar sana. Untuk itu, jagalah tubuhmu, sebisa mungkin jagalah dirimu dari tatapan buruh dari hawa nafsu pria yang tidak bertanggung jawab. Semoga bermanfaat ya.