Yuk, Ingat Kembali Permainan Masa Kecil Yang Sudah Jarang Dimainkan Anak Jaman Sekarang

Di era modern ini, mungkin kita akan sangat sulit sekali menemukan dan melihat anak yang bermain dengan permainan tradisional seperti kelereng, congklak, ular tangga dan jenis mainan anak jaman dulu yang memang sudah punah di telan oleh kemajuan jaman atau teknologi sekarang ini. Anak di jaman sekarang ini lebih memilih duduk di depan komputer dan menghabiskan waktu mereka untuk bermain game online maupun game offline yang ada di aplikasi smartphone mereka masing masing.

Sehingga, rasa sosislisasi pada anak sekarang ini sangat memprihatinkan. Karena mereka sudah asik sendiri dengan gadget atau ponsel pintar yang mereka punya dan bahkan mereka seakan-akan dibuat tenggelam di dalam dunia game permainan yang mereka mainkan, ketika mereka dipanggil pun mereka cenderung mengabaikan panggilan tersebut dan terus asik bermain.

Ada banyak permainan jaman dulu yang terlupakan, yang mana sebenarnya permainan jaman dulu tersebut bisa menjadi bahan edukasi atau bisa membantu meningkatkan kecerdasan otak tanpa harus ada resiko dari permainan yang di timbulkan. Seperti congklak, main ular tangga contohnya, dalam hal ini si anak akan dengan sendirinya mampu berhitung.

Oleh karena itu, ada baiknya anda memilih permainan anak untuk si buah hati Anda. Dan pilihlah mainan jaman dulu yang mana lebih aman dan ampuh mengajarkan anak berbagai macam hal, seperti mengenal warna, menghitung, mengenal bentu, menumbukan kreatifitas anak, menumbuhkan rasa sosialisasi dan lainnya. Jika kamu ingin mengenang masa kecil kamu atau ingin mengenalkan permainan yang memang baik unutk membangkitkan rasa sosial anak kamu, simakulasan lengkapnya disini.

Berikut permainan masa kecil yang sudah mulai jarang dimainkan oleh anak-anak sekarang :

1. Permainan Lompat Tali

Permainan lompat tali memang sangat populer bahakan sampai sekarang. Berbagai variasi bisa dikembangkan antara lain mengatur ketinggian tali dan kita melompatinya, melompat dengan 1 kaki, melompat dengan dengan 2 tali yang diayunkan, dll. Permainan ini membutuhkan stamina dan kekuatan kaki, disamping itu juga membutuhkan kerjasama yang baik antar teman sepermainan.

Permainan ini melibatkan minimal tiga orang untuk bermain individu dan empat orang untuk berkelompok. Lompat tali terbuat dari karet gelang yang dirangkai menjadi panjang sekitar tiga sampai empat meter. Bermain lompat tali ternyata mempunyai manfaat, yaitu melatih otot dan motorik anak, serta melatih keberanian anak dalam pengambilan keputusan.

2. Permainan Engklek

Pemain ini hanya bermodalkan kapur tulis untuk menggambar kotak-kotak lompatan dan batu atau biasanya potongan genteng yang dibuat untuk ‘penanda’ bagi tiap pemain. Manfaat engklek bagi anak-anak meningkatkan saraf motorik, melatih sosialisasi, melatih kesabaran serta pengendalian diri. Permainan ini membutuhkan kekuatan kaki dan konsentrasi.

Engklek dimainkan oleh 2 sampai 5 orang yang bergantian. Cara bermainnya dengan menggambar sembilan kotak-kotak di latar. Kotak yang terdiri dari tiga buah kotak horizontal, lalu disambung tiga kotak vertikal, setelah itu tambah satu kotak diatasnya dan terakhir dua kotak dihorizontal. Satu persatu pemain melompati kotak tersebut dari awal hingga terakhir. Melompatnya harus menggunakan satu kaki, jika kaki terjatuh maka harus menaruh batu disalah satu kotak terakhir sebagai tanda untuk mengawali giliran.

3. Permainan Gundu atau Kelereng

Hanya anak-anak yang lahir pada zaman dahulu yang pernah dan mengenal permainan ini. Gundu meupakan kelereng yang bentuknya seperti kaca bening dan biasanya yang memainkan ini adalah anak laki-laki. Untuk memainkan permainan ini cukup mudah karena hanya menyentil kelereng yang kita punya dan harus mengenai kelereng lawan.

Jika ada beberapa gundu yang kena dengan gundu kita, maka gundu lawan akan menjadi milik kita. Permainan ini bisa dilakukan oleh dua orang sampai tujuh orang. Saat ini sudah jarang yang memainkan permainan gundu karena sudah jarang juga yang membuat gundu, sehingga jarang sekali kita bisa menemukan penjual gundu.

4. Permainan Petak Umpet

Permainan tradisional yang masih populer dan masih dimainkan oleh anak-anak sampai saat ini adalah Petak Umpet. Banyak sekali permainan tradisional yang mungkin sekarang ini sudah tidak ada atau jarang sekali dimainkan oleh anak-anak karena banyaknya permainan yang didukung dengan teknologi yang canggih.

Permainan tradisional ini tetap bertahan dan menjadi permainan tradisional yang masih dimainkan oleh anak-anak sekarang. Saat ini, permainan petak umpet masih dimainkan oleh anak-anak sd di beberapa sekolah. Banyak sekali hal-hal menarik yang membuat permainan ini masih digemari oleh kalangan anak-anak sampai saat ini.

5. Permainan Congklak

Permainan congklak ini sudah dikenal di seluruh Indonesia. Selain papan congklak, dibutuhkan juga kerang atau biji-bijian sebagai biji congklak untuk menjalanka permainan. Permainan ini dimainkah oleh 2 orang. Cara bermainnya dengan mengisi setiap lobang kecil dengan 7 biji congklak. Lubang yang besar adalah kepunyaan masing-masing pemain untuk mengumpulkan biji congklak. Namun sekarang ini sudah jarang dimainka oleh anak-anak.

Para pemain dapat mengambil biji dari lubang kecil di sisinya, lalu menaruh 1 biji di lubang-lubang sebelahnya sampai biji yang ada di tangan kita habis. Permainan selesai bila sudah tidak ada biji lagi yang dapat diambil (semua biji sudah masuk ke dua lobang besar pemain). Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak. Cukup rumit, tapi kalau sudah bisa memainkannya, pasti keterusan dan gak mau berhenti.

6. Permainan Gasing

Permainan gasing mengandalkan keseimbangan pada porosnya. Dan semua itu tergantung pada orang yang melemparkannya. Gasing tradisional terbuat dari kayu sedangkan gasing modern sekarang terbuat dari plastik. Gasing tradisional sudah mulai jarang digunakan karena kalah saing dengan berkembangnya yaitu gasing modern dengan berbagai bentuk yang keren.

Selain itu, gasing tradisional agak lebih sulit untuk dimainkan. Cara memainkannya adalah dengan menarik tali yang tersangkut di gasing sehingga gasing tersebut dapat berputar pada porosnya. Permainan ini bisa dimainkan sendiri, bisa juga dimainkan beberapa orang. Jika dimainkan beberapa orang, yang menang adalah pemilik gasing yang berputar paling lama.

7. Permainan Balon Tiup

Mainan ini cukup digemari oleh banyak anak-anak pada zaman dulu. Namun saat ini sudah mulai jarang dimainkan, karena semakin berkembangnya seluruh permainan yang ada saat ini. Cara bermainnya adalah dengan menaruh cairan balon ke ujung sedotan kecil, lalu meniupnya sampai ukuran yang pemain mau. Jika bermain bersama teman-teman, biasanya para pemain akan berlomba siapa yang bisa meniup balon paling besar.

8. Permainan Dakocan atau Kuaci

Permainan ini dulunya sangat hits lho! Selain permainannya yang seru dan memperebutkan kuaci milik lawan yang kalah menjadi daya tarik dari permainan ini. Permainan yang bisa dimainkan hingga sepuluh orang secara bergiliran ini asalah salah satu olahraga tangan. Coba deh inget lagi, kamu harus memanjangkan tangan, mencari anak kuaci mana yang mau kamu lempar dengan kuaci jagoan milikmu. Dan yang paling sering, kuaci andalan yang biasa admin dan kawan-kawan sebut gacok ini bentuknya yang paling umum kalau bukan jempol mengacung atau gak kepala seorang pria. Ayooo siapa yang mulai ingat masa kecil nih?

9. Permainan (BP) Bongkar pasang

Jika masa kecilmu sering memainkan permainan ini maka masa kecilmu sungguh sangat stylish sekali, kenapa? Bayangkan, mainan ini hanya selembar kertas bergambar karakter gadis cantik yang dipotong-potong dan banyak pakaian yang disertakan dalam setiap lembar kertas. Saat memainkannya kamu sering sekali mengganti-ganti baju yang dikenakan oleh sang karakter. Permainan ini sering kamu beli tentunya ketika di sekolahdan memainkannya sepulang sekolah bersama teman-taman kamu.

10. Permainan Ular naga

“Ular naga panjangnya, bukan kepalang. Menjalar-jalar selalu riang kemari. Umpan yang lezat itulah yang dicari. Kini dianya yang terbelakang” begitulah lagu yang dinyanyikan lima sampai sepuluh orang dalam permainan ini. Ada ‘induk’ dan ada ‘buntut’ ular yang nantinya akan ditangkap oleh dua orang sebagai ‘gerbang’. Permainan ini bermanfaat untuk membangun sosialisasi anak, serta bagaimana menjadi pemimpin yang baik melalui peran ‘induk’ tersebut.

Gimana dengan semua permainan yang ada diatas? Apakah dulunya ini sering kamu mainkan dengan teman-teman di waktu kecil dulu? Ataukah ini kembali mengingatkanmu akan masa kecilmu dulu? Kini permainan tersebut sudah jarang sekali dimainka oleh anak-anak sekarang, atau mungkin akan bisa kita temui di sekitar pedesaan kebanyakan.

Namun semua permainan ini dulunya sangat membuat para anak-anak bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, dan juga membuat mereka krab dengan sesama teman-temanya dibandingkan dengan jaman saat ini. Dimana dikalangan anak-anak saja sudah mulai sibuk dengan Game yang ada di smartphone orangtua mereka. Ada baiknya untuk para orang tua memperhatikan segala sesuatu yang saat ini anak anda mainkan.

Jangan sampai anak anda kurang bersosialisasi dengan lingkungannya, dan kurang bergaul dengan anak lainnya. Atau malah sibuk sendiri dengan urusan gamenya dan tidak mendengarkan perintah yang anda berikan. Karena bagaimana pun juga semua itu tidak terlepas dari peran orangtua terhadap anaknya. Demikian ulasanya, semoga bermanfaat ya.